| Customer | No Invoice | Tgl Terbit | Jatuh Tempo | Hari | Status | Nilai | Aksi |
|---|
AR Aging (Accounts Receivable Aging) adalah laporan yang mengelompokkan piutang berdasarkan berapa lama sudah lewat jatuh tempo. Standar industri:
Current — Belum jatuh tempo. Healthy, no action needed.
1–30 hari — Baru lewat. Kirim reminder ringan, biasanya bayar sendiri.
31–60 hari — Mulai problem. Telepon, follow-up ketat.
61–90 hari — Serius. Surat formal, mungkin perlu negosiasi termin baru.
>90 hari — Critical. Pertimbangkan collection agent atau write-off. Risiko bad debt tinggi.
Kenapa penting:
1. Cashflow forecast — uang di Current ≈ cash bulan depan, uang di >90 = pertanyakan.
2. Customer risk scoring — pelanggan yang selalu di bucket 60+ adalah red flag, mungkin perlu DP atau termin pendek.
3. Provisi piutang ragu-ragu untuk laporan keuangan.
Q: Berapa % piutang yang >90 hari masih bisa dianggap normal?
Rule of thumb akuntan: jika >5% total piutang Anda berada di bucket >90 hari, ada problem operasional (proses penagihan lemah atau kualitas customer buruk). Best-in-class <1%.
Q: Customer minta perpanjangan termin. Risiko?
Boleh, tapi minta DP minimum 30%, tulis perjanjian tertulis (bisa di WA), dan naikkan harga ~5–10% sebagai biaya finansial. Jangan kasih extension berulang ke customer yang sama — itu sinyal mereka pakai Anda sebagai bank.
Q: Apakah data saya aman di sini?
Ya. Aplikasi ini full client-side. Data invoice tersimpan di browser Anda (localStorage) — tidak pernah dikirim ke server kami atau pihak lain. Anda bisa hapus semua data kapan saja, atau backup dengan tombol Export CSV.