Metode 50/30/20 awalnya dipopulerkan Elizabeth Warren untuk personal finance. Kami adaptasi untuk UMKM Indonesia karena tiga alasan:
Catatan: Rasio 50/30/20 adalah patokan, bukan dogma. Usaha awal mungkin 70/20/10 (operasional berat); usaha mature bisa 40/30/30 (lebih banyak reserve). Yang penting: ada budget eksplisit, ada disiplin alokasi.
Kuliner / F&B home-based:
Ops: bahan baku (35%), gaji 1 helper (8%), gas+listrik (4%), kemasan (3%). Pengembangan: iklan IG/TikTok (10%), foto produk (5%), alat baru (15%). Reserve: pajak 0,5% (1%), dana darurat (10%), profit-take (9%).
Retail / toko fisik:
Ops: HPP barang (30%), gaji 2 SPG (10%), sewa (8%), listrik+internet (2%). Pengembangan: restock kategori best-seller (20%), promo & event (5%), display upgrade (5%). Reserve: pajak (2%), darurat (10%), profit (8%).
Jasa / konsultan / agency:
Ops: gaji tim (35%), tool subscription (5%), kantor coworking (5%), transport (5%). Pengembangan: marketing & sales (15%), training tim (8%), upgrade software (7%). Reserve: pajak PPh 21 + 0,5% (5%), darurat (8%), profit owner (12%).
Q: Saya selalu over di Operasional, apa salah?
Tidak salah, tapi tanda bahwa: (1) harga jual terlalu rendah relatif biaya, atau (2) ada kebocoran (waste bahan, gaji tidak produktif, sewa kemahalan). Audit dulu HPP per produk pakai Kalkulator HPP.
Q: Kalau pemasukan tidak stabil bulan-ke-bulan?
Pakai rata-rata 3–6 bulan terakhir sebagai patokan target. Jangan ubah target tiap bulan, susah disiplin. Bulan banjir order: kelebihan masuk ke Reserve. Bulan kering: pakai Reserve, jangan ambil dari Operasional.
Q: Profit owner masuk Reserve atau Operasional?
Tergantung. Jika Anda owner-operator (full-time di usaha), gaji wajar untuk waktu Anda masuk Operasional sebagai "gaji owner". Profit-take TAMBAHAN (bonus di atas gaji wajar) masuk Reserve.
Q: Apakah data aman?
Ya. Tool ini full client-side. Semua data tersimpan di browser Anda (localStorage), tidak dikirim ke server kami. Reset semua data lewat tombol di ringkasan jika ingin mulai dari nol.