BisnisKu · Tools

Kalkulator HPP

Hitung Harga Pokok Penjualan (HPP) per produk, dapat rekomendasi harga jual berdasarkan margin target, dan estimasi Break-Even Point (BEP) per bulan.
Identitas Produk
1. Bahan Baku
Bahan yang dipakai untuk membuat 1 unit produk.
Nama Bahan
Jumlah
Satuan
Harga/Satuan (Rp)
2. Tenaga Kerja
Biaya orang yang mengerjakan, dihitung per unit produk yang dihasilkan.
Atau isi helper di bawah untuk hitung otomatis.
Contoh: 30 menit × Rp 25.000/jam = Rp 12.500
3. Overhead (Biaya Tidak Langsung)
Listrik, gas, sewa tempat, internet — biaya bulanan yang dibagi ke jumlah produksi.
Jumlahkan listrik + gas + sewa + internet + dll.
Total unit produk yang Anda buat sebulan.
4. Kemasan & Lain-lain
Box, plastik, label, stiker, sertifikasi halal pro-rated, dll — per unit.
5. Target Margin Keuntungan
Markup-on-cost. Harga jual = HPP × (1 + margin%).
Lihat penjelasan di bawah.

Hasil Perhitungan HPP

Rp 0 /unit
Isi data di atas untuk melihat hasil
Harga Jual Rekomendasi
Rp 0
Profit per Unit
Rp 0
BEP per Bulan
— unit
Unit minimum agar tidak rugi
Estimasi Profit/Bulan
Rp 0
Pada estimasi produksi penuh
Bahan bakuRp 0
Tenaga kerjaRp 0
Overhead per unitRp 0
KemasanRp 0
HPP per unitRp 0
Rumus & metode margin

HPP per unit = Bahan baku + Tenaga kerja + Overhead per unit + Kemasan

Overhead per unit = Total overhead bulanan ÷ Estimasi produksi per bulan

Markup dari HPP (markup-on-cost):
Harga Jual = HPP × (1 + margin%). Contoh: HPP Rp 10.000 dengan markup 30% → Harga Jual = Rp 13.000.

Margin dari Harga Jual (margin-on-revenue):
Harga Jual = HPP ÷ (1 − margin%). Contoh: HPP Rp 10.000 dengan margin 30% → Harga Jual = Rp 14.286. Margin dihitung relatif ke harga jual, bukan ke HPP.

Mana yang dipakai?

BEP (Break-Even Point) per bulan = Total Overhead Bulanan ÷ Profit per Unit. Jumlah unit minimum yang harus terjual agar tidak rugi.

Mau HPP tercatat otomatis untuk semua produk?
BisnisKu mencatat HPP per SKU, update otomatis saat harga bahan berubah, hitung margin real per transaksi kasir, dan kasih warning kalau produk dijual di bawah HPP. Plus pencatatan stok, kasir, invoice, dan AR — semua dalam satu app.
Coba BisnisKu Gratis 14 Hari
FAQ — Cara Hitung HPP UMKM

Q: Saya bingung antara HPP dan harga modal. Beda?

Untuk usaha produksi (kuliner, fashion, kerajinan): HPP = harga modal + biaya konversi (TK + overhead). Untuk usaha trading/reseller: HPP = harga beli + ongkir + handling — biaya konversi biasanya 0.

Q: Apakah gaji owner masuk overhead?

Idealnya ya, karena tanpa owner usaha tidak jalan. Banyak UMKM melewatkan ini sehingga merasa profit tinggi padahal dihitung sebagai upah owner sebenarnya nol. Masukkan estimasi gaji owner ke overhead bulanan.

Q: Markup berapa yang wajar untuk UMKM?

Tidak ada angka pasti, tapi rule of thumb: kuliner home-made 30–50% markup, fashion handmade 50–100% markup, kerajinan 80–150% markup. Cek harga kompetitor sebagai sanity check.

Q: BEP saya sangat tinggi, normal?

Berarti overhead Anda terlalu berat relatif ke profit per unit. Solusi: (1) naikkan harga jual, (2) kurangi overhead (cari supplier lebih murah, downscale sewa), atau (3) tingkatkan volume produksi sehingga overhead per unit turun.

Q: Saya jual jasa, bukan produk. Bisa pakai kalkulator ini?

Bisa, tapi konseptual berbeda. Untuk jasa: bahan baku = 0, TK = waktu × upah, overhead per "unit jasa" = overhead bulanan ÷ jumlah job per bulan. "Unit" = 1 job/proyek.

Disclaimer: Kalkulator ini estimasi awal. Untuk produk dengan komponen kompleks (multi-batch, by-product, joint cost), atau jika usaha Anda sudah pakai standar akuntansi, konsultasi dengan akuntan untuk metode costing yang sesuai (job-order, process, atau ABC costing).